Hari kemarin (Selasa, 10 Juni 2008 ) adalah hari pertama ujian semester genapku (semester 4). Kesempatan pertama kali ini adalah ujian psikologi komunikasi, salah satu mata kuliah yang paling menarik pada semester ini (menurutku). Tak lain karena, selain cukup aplikatif dan mudah dipahami, aku pun sempat beberapa kali unjuk gigi berbicara di depan kelas (walaupun seringnya sok tahu). Hehe…
Ujian ini memang open-book, jadi persiapan aku tidaklah serius-serius amat. Kalaupun belajar, aku hanya sempat skimming beberapa buku (yang bahkan tidak berkaitan langsung) dan juga slide-slide presentasi dari dosen. Sebelum hari-H, semangat belajarku memang sempat mencapai puncaknya dengan belajar selama 3 jam nonstop (belum termasuk ketiduran). Namun, semangat itu malah mengendur mendekati ujian. Dan ujian pun akhirnya tiba…
Innalillahi…
Begitu soal ujian itu sampai di tanganku, mataku pun tertuju ke dua soal yang tercantum. Ternyata dua soal tersebut bentuknya analisis, analisis berita tepatnya. Di sana kami harus memberikan analisa terhadap berita Nasionalisme ‘Nonton Bareng’ tulisan Budiarto Shambazy di Kompas, Sabtu, 7 Juni 2008. Kami harus memberi tanggapan terhadap tulisan itu berdasarkan Teori Agenda Setting dan Spiral of Silence…. Waduh!
Kedua soal ini sama sekali (tidak) berhubungan dengan kuliah-kuliah yang lampau. Maka, kelabakanlah kami yang hanya mengandalkan slide-slide perkuliahan lampau. Di tengah kecemasan ini, pikiranku tertuju pada laptop. Tanpa berlama-lama, kunyalakan laptopku dan segera online untuk mencari jawaban. Alhamdulillah, tak ada kesulitan berarti… (dan hilanglah rasa deg-deganku). Aku pun sumringah melihat santainya pengerjaan tugasku dengan bantuan laptop, namun hal ini tak dapat dinikmati kawan-kawan yang lain (maklum tdk semua mahasiswa membawa laptop). Maaf kawan-kawan…
Aku benar-benar bersyukur bisa melewati ujian ini, ujian yang tidak terduga, meski tidak ada jaminan bahwa jawaban yang ku tuliskan itu benar.
Sembari mengingat pengalaman ini. Aku teringat pertandingan antara Italia dan Belanda pagi tadi. Pertandingan yang kemudian diakhiri skor amat mengejutkan: 3-0 untuk Belanda. Sepertinya, ini memang ujian tak terduga untuk timnas Italia. Karena siapa pun tak akan pernah menyangka akan terjadi skor ini, apalagi untuk ukuran timnas Italia: juara dunia 2006. Meski banyak yang mengira Italia amat kehilangan kapten Fabio Cannavaro, menurutku di sana pun masih ada bek-bek handal lainnya seperti Materazzi, Barzagli dan Chiellini. Jadi, alasan itu belum bisa dibilang alasan paling primer. Menurutku, itulah ujian, karena dia seringkali hadir tanpa dinyana, meski telah dipersiapkan dengan sangat baik sekalipun.
Ujian tak terduga, seringkali membuat kita kebingungan untuk melangkah. Tapi, bukan berarti kita harus berlama-lama dalam kebingungan. Melainkan, harus segera mencari alternatif pemecahan. Ibaratnya, saat motor kita mogok dan kita pun terdesak untuk hadir di suatu kegiatan. Maka, pilihan terbaik bukanlah memperbaikinya, melainkan mencari alternatif kendaraan lain (semisal angkot atau boncengan). Seperti itulah analogi alternatif yang aku tawarkan.
Kini, aku memohon pada pembaca agar dapat mendoakanku dapat melewati ujian semester ini dengan lancar. Allahumma Amien…
Oh ya, semoga juga Italia dapat melewati ujian penyisihan grup EURO 2008 ini….
Hidup Italia !!!








**mengaminkan semua doa2nya**
**panser domz**
wah klo saya gak boleh buka laptop tuh,.. soalnya source code bisa digenerate semua
)
nasibmu sama dengan ujianku TERAKHIRku selasa kemaren. ujian ‘urban renewal’(peremajaan kota).
ada istilah2 aneh yang belum pernah kudengar. sama dengan dirimu, akupun langsung searching pake laptop.
bedanya, entah kenapa, koneksi internet kemaren lambat banget. padahal waktu mengerjakan cm 1 jam. duh…bete banget!!!…..
tapi alhmd, ujian pun berakhir juga dengan *****
selamat…..selamat……
itali masih ada harapan…
he2…
Lho, yang namanya ujian open book ya begitu itulah. Masa topiknya text booked. Itu sih ngasih kesempatan nyontek namanya.
Tapi kok agenda setting versus spiral of silence ya? Psikologi komunikasi massa, gitu?
yah, saya kan juga pernah kuliah psikologi komunikasi. tapi nggak di UGM, hehe. dosen saya waktu itu sengaja nggak memasukkan bab terakhir buku Kang Jalal itu ke silabus.
saya dapat pertanyaan perbandingan agenda setting dan spiral of silence di UAS teori komunikasi. dulu waktu kuliah teori komunikasi atau teori komunikasi massa dapat teori ini juga, nggak?
oh ya, jadi bagaimana tanggapan buat artikel nasionalisme nonton barengnya? barusan baca artikelnya di cetak.kompas.com, memang bisa sih dikaitkan dengan dua teori itu…
link wiki-nya ada yang salah, tuh.