Perjuangan Ini Berkobar Karena Cinta

“Cukup satu orang saja yang mencintaiku, dan biarkan yang lainnya membenciku”

(Mas Syafrizal, Dosen Mata Kuliah Cybermedia Komunikasi UGM)

Pernyataan yang cukup arogan dari seorang manusia menurutku. Akan tetapi, setelah dipikir-pikir kembali ada benarnya juga. Beliau menyatakan ini saat mengetahui banyak mahasiswa yang “takut” terhadap dirinya, takut yang beralasan mengingat mata kuliah bersama beliau cenderung diibaratkan seperti neraka-dunia. Bagaimana tidak? Tugas yang pasti menumpuk dan sulit, sistem penilaian yang sangat detail hingga suasana perkuliahan yang menegangkan membuat semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah bersamanya merasa was-was. Begitu pula dengan diriku. Namun, semakin dalam mengikuti pemikiran beliau, aku semakin mafhum juga bahwa beliau menginginkan sesuatu yang terbaik bagi mahasiswanya.

Begitulah realita dunia, “cinta” seringkali tidak dapat diterjemahkan ke dalam bentuk kasih sayang.

******

Nabi Muhammad, yang notabene adalah Rasul terbaik pun mendapatkan cinta Allah dalam bentuk kesengsaraan. Beliau dihujat, dimaki, dimusuhi oleh orang-orang terdekatnya bahkan pembunuhan pun tidak jarang terencanakan, namun, beliau tetap tegar. Karena apa? Karena cinta beliau terhadap amanah dakwah dari Allah. Cinta tersebut bersumber dari kecintaan kepadaNya yang amat sangat besar. Belum lagi dukungan dari istri tercintanya, Khadijah, membuat beliau tidak peduli lagi akan seberapa besar permusuhan yang terciptakan lewat dakwahnya. Karena energi cinta yang beliau rasakan sangat besar, walau secara kuantitas kalah jauh dibandingkan kebencian orang-orang yang memusuhinya.

Syekh Ahmad Yasin pun juga merasakan hal yang sama. Kecintaannya terhadap kemerdekaan
Palestina, menebalkan tekad jihadnya. Tak peduli betapa besar kebencian dari Israel, beliau memimpin sendiri perlawanan Hamas terhadap Israel. Dan Subhanallah, cinta tersebut membawanya menjemput syahid lewat rudal yang ditembakkan Israel di sebuah pagi yang buta.

Presiden ke-2 kita, Soeharto (Alm), pun sepertinya juga merasakan bagaimana cinta dari istri mampu mementahkan segala gundah-gulana di hati. Berpuluh-puluh tahun berkuasa dengan tangan besi, secara otomatis banyak pula benih-benih permusuhan dan amarah tertanam di dada orang-orang yang dia tindas. Namun, energi cinta Bu Tien di sampingnya mampu mementahkan itu semua. Bahkan, hingga saat ini bisa dikatakan pembangunan terbaik di Indonesia masih dipegang era Soeharto (meski akhirnya hutang-hutang menumpuk setinggi gunung). Dan kepergian Bu Tien pada 1996 menyisakan duka di hati Soeharto, hingga kekuasaan kepresidenan pun tak dapat lagi dipegang pada 1998.

Andrea Hirata (Ikal), penulis Laskar Pelangi, pun merasakan hal yang sama dengan cinta. Dia melihat cinta sebagai energi yang dapat merubah kebusukan menjadi keindahan yang tiada tara. Seperti saat dia berhasil memegang tangan A Ling, saat itu pula toko kelontong yang “apek” itu mendadak berubah menjadi taman-taman bunga yang semerbak indah. Suatu metafor yang amat indah tentunya.

Kembali kepada kekuatan cinta, cinta harus kita lihat sebagai sesuatu yang utuh, tidak hanya melulu pada lawan jenis. Cinta ada berbagai tingkatan, dan mencintai Allah dan RasulNya adalah tingkatan cinta tertinggi. Maka dari itu, saat kita memperjuangkan kebenaran dan seakan-akan tiada orang yang mendukung di sisi. Percayalah bahwa Allah dan RasulNya tetap mendukungmu…

Tak peduli berapa orang yang membencimu karena kebaikanmu, selama kebaikan tersebut didasarkan kepada cinta Allah dan RasulNya. Maka, jangan pernah takut! Karena ada cinta Allah dan RasulNya dalam kebencian itu.

Cinta buatku adalah energi terbesar. Dia memiliki kekuatan luar biasa untuk merubah dunia dengan satu partikelnya, meskipun berton-ton kebencian menghadang. Cinta kepada Allah dan RasulNya wajib terus kita perjuangkan, bahkan hingga saat nyawa lepas dari kerongkongan.

Tidak perlu takut bila tak ada cinta yang “nyata” di sampingmu. Karena selalu ada cinta meskipun di sudut kesepian, sudut yang seringkali kita sesali tempatnya.

Teruntuk saudara-saudaraku di medan dakwah,

Tolong kuatkan diriku bila lalai….

Agar jalan kita terus searah. Amien

Iklan

5 Responses to “Perjuangan Ini Berkobar Karena Cinta”


  1. 1 alief April 9, 2008 pukul 4:27 am

    tulisan yang menginspirasi…

  2. 2 YangPunyaBlog April 9, 2008 pukul 4:29 am

    @ Alief

    Terimakasih.. 🙂
    Arigato….

  3. 3 Maey Moon April 9, 2008 pukul 6:05 am

    hidup Cinta!
    Ti Pat Kai harus baca ini, biar ga terus2 menderita karena cinta…..!
    hehe…

  4. 4 YangPunyaBlog April 9, 2008 pukul 4:07 pm

    @ Maey Moon

    Si Pat Kai harus mulai menyadari bahwa cinta ga harus termanifestasi dalam bentuk memiliki kekasih. Bahkan Sun Gokong dan Bisku tong pun “mencintainya”…

  5. 5 Zulfi Oktober 14, 2008 pukul 8:38 am

    Ternyata tulisan ini sudah dibaca oleh Mas Syafrizal… hehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Today’s Word

“Satu hal dari masa lalu adalah TIDAK MUNGKIN KITA RUBAH. Maka, adalah suatu kebaikan saat kita menyadari kesalahan kita di masa lalu untuk menjadikannya pelajaran berharga di masa depan."

About ZLF

M. Zulfi Ifani, usually called Zulfi, or Fani (my childhood name). A Student of Communication Department of Gadjah Mada Univ, Yogyakarta.
I also interested so much on learning, learning anything which could make me enjoy. But,my most interesting subjects now are Sport (Esp. Soccer),Organization, Politics, Computer and also BLOG.

Wanna Chat With Me?



ID YM : sk83r_z63

My Archive

Thanks for The Visitors

  • 41,191 visitors

Supported Banners


KapanLagi.com Image Hosting



Mau dapat domain .co.cc? Gratis !! Klik aja..

Free Domain

%d blogger menyukai ini: