Cinta itu Hadir dari Tindakan, bukan Lisan…

Saya heran mengapa harus ada program katakan cinta di sebuah Tv swasta beberapa tahun lalu. Program yang mengekspos bagaimana usaha seorang pejuang untuk sekedar mengatakan Aku Cinta Padamu untuk pujaan hatinya. Usaha yang tidak pernah ringan, karena seringkali melibatkan berbagai usaha yang ekstrim.

Sebegitu berhargakah sebuah kalimat “aku cinta padamu” ? Kenapa tidak pernah diekspos bagaimana beratnya usaha untuk mempertahankan cinta itu? Padahal siapapun tahu usaha mempertahankan jauh lebih berat daripada sekedar merebut. Mempertahankan cinta tidak hanya mengandalkan modal lisan semata, namun butuh kerja (super) keras yang konkret, tindakan istilahnya.

Kalau ada hadits Nabi yang mengatakan bahwa: Jika engkau melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tanganmu. Jika tidak bisa, maka rubahlah dengan lisanmu. Jika tidak bisa, maka cukuplah dengan hatimu, dan itu adalah selemah-lemah iman.

Apa yang dapat kita ambil dari hadits di atas? Kalau boleh sedikit menghubungkan, maka cinta memiliki tingkatan tertinggi lewat tindakan, bagaimana kita terus saling membantu, mendukung dalam kebenaran dan kebaikan, dsb. Kemudian lewat lisan, yaitu pernyataan verbal bagiamana rasa yang kita miliki terhadap dirinya. Terakhir, lewat hati, yaitu sekedar rasa simpati kepada seseorang yang seringkali hanya dapat mengendap tanpa tahu kemana akan disalurkan.

Saya sengaja membuat urutan ini agar lebih mudah menjelaskan pada pembaca sekalian lebih memahami bahwa mencintai lewat “tindakan” jauh lebih istimewa daripada sekedar mengobral rayuan, ataupun malah menyimpannya dalam hati.

Seperti cinta Khalifah Umar bin Khattab terhadap amanah dan rakyatnya.. Beliau memilih bertindak konkret memanggul karung gandum sendirian saat mengetahui ada rakyatnya yang kelaparan di tengah malam. Pilihan itu beliau pilih ketimbang harus menyuruh-nyuruh stafnya. Itulah cinta lewat tindakan.

Kawan, jika dirimu benar-benar mencintai seorang maka bertindaklah, konkretkan harapanmu… Lamar dirinya, agar harapan itu menuju pasti. Jangan hanya berputar-putar dengan rayuan gombal. Karena apa yang dapat kita ambil dari lisan? Selain mungkin hanya mimpi, harapan yang semu.

Tulisan ini saya tunjukkan untuk kawan-kawan yang bermimpi untuk mencintai dengan sebenarnya, namun belum mampu untuk mewujudkannya. Jangan obral janji kawan… bersikaplah ksatria dengan memberi kepastian tindakan, bukan hanya lisan.

Iklan

4 Responses to “Cinta itu Hadir dari Tindakan, bukan Lisan…”


  1. 1 qolbi April 16, 2008 pukul 4:53 am

    kayaknya akhir-akhir ini dirimu bersemangat sekali dengan ‘topik’ ini…..

    jadi CURIGA : ON
    HE2…menjiplak kata-katamu kmaren….

  2. 2 Zulfi April 16, 2008 pukul 5:09 am

    @ Qolbi

    Kebetulan lagi ada ide aja…. tidak lebih. 🙂

    Bsk kalau ada minat lain, Insya Allah juga mau nulis ttg hal lain.

  3. 3 rian April 16, 2008 pukul 7:26 am

    yup sepakat. emang cinta tu bukan rayuan. tapi harus dibuktikan!
    tapi kadang cinta kepada sesama hamba kadang membingungkan & menyusahkan. tapi kalo cinta disalurkan kepada hal-hal yang diridhoi oleh-Nya, pasti akan terasa indah.

  4. 4 padmasambawa April 16, 2008 pukul 2:41 pm

    itu hanyalah masalah kompromi bung, laki-laki lebih cenderung berekspresi (dalam hal ini ekspresi cinta) dengan tindakan-tindakan non verbal, sedangkan perempuan lebih prefer dengan yang verbal-verbal..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Today’s Word

“Satu hal dari masa lalu adalah TIDAK MUNGKIN KITA RUBAH. Maka, adalah suatu kebaikan saat kita menyadari kesalahan kita di masa lalu untuk menjadikannya pelajaran berharga di masa depan."

About ZLF

M. Zulfi Ifani, usually called Zulfi, or Fani (my childhood name). A Student of Communication Department of Gadjah Mada Univ, Yogyakarta.
I also interested so much on learning, learning anything which could make me enjoy. But,my most interesting subjects now are Sport (Esp. Soccer),Organization, Politics, Computer and also BLOG.

Wanna Chat With Me?



ID YM : sk83r_z63

My Archive

Thanks for The Visitors

  • 41,007 visitors

Supported Banners


KapanLagi.com Image Hosting



Mau dapat domain .co.cc? Gratis !! Klik aja..

Free Domain

%d blogger menyukai ini: