Menanti Dakwah Kreatif Televisi Muhammadiyah

Dakwah kreatif, dakwah Muhammadiyah harus punya gebrakan maksudnya. Kali ini saya ingin bercerita tentang rencana (atau malah udah jadi?) dari Persyarikatan Muhammadiyah untuk mendirikan stasiun televisi komersial. Berita yang entah basi atau tidak, tapi menurut saya (sebagai anak komunikasi dan juga kader Muhammadiyah) hal ini amat penting untuk dibicarakan. Pendirian yang (konon) merupakan amanat dari Muktamar 2005.

Sebenarnya, televisi ini merupakan pengembangan dari stasiun televisi laboratorium yang telah ada di Universitas Ahmad Dahlan sejak 1996. Jadi, bisa juga dikatakan stasiun ini hanyalah evolusi dari stasiun televisi yang telah ada. Televisi Muhammadiyah ini akan didirikan dengan nama PT Arah Dunia Televisi (ADiTV).

*******

Ide brilian ini patut kita dukung (terutama bagi kader Muhammadiyah) mengingat begitu strategisnya media televisi bagi warga Indonesia. Televisi adalah salah satu media paling penting dalam lingkup sebuah keluarga. Sebuah keluarga sangat mungkin tidak memiliki akses internet atau minimal ke surat kabar, namun ketiadaan akses ke televisi akan menjadi ‘aib’ dalam pandangan masyarakat awam.

Mengingat begitu pentingnya televisi, tidak heran daya jangkau televisi pada tahun 2006 hampir mencapai 80% penduduk Indonesia (dengan 30 juta unit Televisi, dan ± 200 juta pemirsa). Bandingkan dengan surat kabar pada tahun yang sama, yang baru mencapai 7,3 juta eksemplar/hari. Atau begitu miskinnya penetrasi internet yang baru mencapai 6 juta pengguna. Televisi jelas jauh lebih massal.

Begitu luasnya impak dan jangkauan pemirsa televisi terus mengingatkan kita akan arti pentingnya strategi dalam berdakwah. Karena dakwah butuh kreasi-kreasi dan gebrakan inovatif, tidak boleh monoton. Hal yang wajar mengingat masyarakat objek dakwah pun tak mungkin statis, pasti dinamis. Saya melihat keputusan Muhammadiyah untuk mencoba dakwah lewat televisi adalah keputusan yang amat sangat tepat.

Untukku dan Kader Muhammadiyah

Secara teknis, televisi dan segala jenis media komunikasi adalah area belajar anak komunikasi. Sehingga tanggung jawab moral dan teknis bagi kami jauh lebih besar ketimbang ilmu lain. Bukan bermaksud mengekslusifkan ilmu, namun fakta memang berbicara bahwa segala hal tentang media dipelajari di jurusan komunikasi, dari A sampai Z. Sama seperti, misalnya anak hubungan internasional yang punya tanggung jawab moral lebih besar dibanding ilmu lain untuk turut mengawal berbagai kebijakan internasional Indonesia.

Akan tetapi, fakta tersebut tidak juga mengurangi kemungkinan adanya penetrasi dari kader Muhammadiyah yang memiliki basic ilmu lain untuk ikut andil pengembangan. Karena di lapangan dunia media (wartawan, redaksi berita, periklanan, humas, dsb) juga banyak diisi oleh orang-orang non-komunikasi. Jadi, tidak ada masalah, sepanjang kita tetap pada rel yang sama dalam ide, yaitu rel dakwah & kemaslahatan ummat mari kita bersatu padu.

Pertanyaan

Bukannya Su’udzon. Entah kenapa, ketika melihat nama Sutrisno Bachir (Ketua Umum PAN) berada pada jajaran komisaris, saya menjadi sedikit khawatir. Meskipun beliau tokoh yang popular sebagai pengusaha sukses. Saya tetap melihat adanya kemungkinan politis dalam pendirian televisi ini. Apalagi saat melihat pemilihan umum 2009 yang tinggal di depan mata.

Kekhawatiran saya sedikit terobati (walau belum sembuh) oleh pernyataan dari komisaris lainnya, Bapak Amien Rais (mantan Ketua PP Muhammadiyah). Beliau menyatakan bahwa lahirnya televisi ini tak ada hubungannya dengan partai manapun meski dibawah Muhammadiyah, karena masyarakat Muhammadiyah sendiri tersebar di berbagai partai. (Bernas Jogja, 13/o4/2008). Ditambahkan lagi (Kompas, 13/04/2008), beliau juga menegaskan bahwa jika sampai televisi ini digunakan untuk kepentingan politik maka akan sangat rawan untuk memecah belah persyarikatan Muhammadiyah. Semoga hal ini memang benar adanya. Amien…

Teriring doa dan harap semoga televisi ini lolos perijinannya… dan semoga tetap televisi ini akan tetap berjalan pada rel dakwah & kemaslahatan ummat, bukan politik. Amien…

Iklan

10 Responses to “Menanti Dakwah Kreatif Televisi Muhammadiyah”


  1. 1 qolbi April 19, 2008 pukul 3:08 am

    kuasai media…..

    (dari internet, surat kabar, sampai televisi……..)

    sapa tau bsok publikasi IMM dan acara-acara IMM gak cuma nongol di blog kita, tapi masuk televisi juga…

    he2….siap-siap jadi selebritis ya… 🙂

  2. 2 qolbi April 19, 2008 pukul 3:40 am

    “Teriring doa dan harap semoga televisi ini lolos perijinannya… dan semoga tetap televisi ini akan tetap berjalan pada rel dakwah & kemaslahatan ummat, bukan politik. Amien…”

    amin….
    mudah-mudahan tetap bisa mempertahankan idealisme, dengan mengusung DAKWAH amar ma’ruf nahi munkar.

    (tidak terjebak dengan arus kapitalis…..)

  3. 3 Zulfi April 19, 2008 pukul 4:47 am

    @ Qolbi

    Betul…
    Allahumma Amien… 🙂

  4. 4 ZOLDIK666 April 19, 2008 pukul 9:51 am

    Assalamu’alykum…

    @ Zulfi dan Qolbi

    Menurut antum politik itu apa??

    Antum punya televisi??subhanallah…

    Mau jadi selebritisnya juga??subhanallah…

  5. 5 Zulfi April 19, 2008 pukul 10:28 am

    @ Zoldik666

    Ini pertanyaan atau sindiran ya? 🙂

  6. 6 Zulfi April 19, 2008 pukul 10:31 am

    @ Zoldik

    Saya kebetulan anak Fisipol.. Jadi, kalau hanya definisi politik itu jelas pernah saya pelajari. Apa antum belum tahu definisinya ? Perlu diajari ya? :p

  7. 7 fresh graduate immawan April 21, 2008 pukul 8:09 am

    yah, mungkin ada sebagian pihak yang alergi terhadap kata-kata yang tidak mengandung bahasa arab. Dan televisi adalah haram…. Karena satu-satunya tempat berdakwah adalah masjid, selain itu…bid’ah. Mungkin ada yang berpikir demikian….

  8. 8 zoldik666 September 25, 2008 pukul 5:26 pm

    Ah, ane tidak seperti yang antum fikirkan kok…
    salam kenal yah…

    Salam kenal balik… mohon maaf bila saya banyak bersuudzon

  9. 9 farhan luthfi April 1, 2009 pukul 12:44 am

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Alhamdulillah.Saya harap akan menjadi penyeimbang terhadap telivisi – televisi di iang tndonesia ini yang menyuguhkan acara yidak berkualitas…..

  10. 10 choirul aj April 1, 2009 pukul 12:46 am

    assalamu’alikum wr. wb.
    alhamdulillah…………..
    kapan akan on line?
    kami sbenarnya rindu dengan acara televisi yang bermanfaat……
    syukron………..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Today’s Word

“Satu hal dari masa lalu adalah TIDAK MUNGKIN KITA RUBAH. Maka, adalah suatu kebaikan saat kita menyadari kesalahan kita di masa lalu untuk menjadikannya pelajaran berharga di masa depan."

About ZLF

M. Zulfi Ifani, usually called Zulfi, or Fani (my childhood name). A Student of Communication Department of Gadjah Mada Univ, Yogyakarta.
I also interested so much on learning, learning anything which could make me enjoy. But,my most interesting subjects now are Sport (Esp. Soccer),Organization, Politics, Computer and also BLOG.

Wanna Chat With Me?



ID YM : sk83r_z63

My Archive

Thanks for The Visitors

  • 40,953 visitors

Supported Banners


KapanLagi.com Image Hosting



Mau dapat domain .co.cc? Gratis !! Klik aja..

Free Domain

%d blogger menyukai ini: