Kami Terus Bermimpi

Kisah ini sebenarnya sudah terjadi amat lama, tepatnya selepas kegiatan musyawarah IMM komisariat UGM di Kaliurang beberapa waktu lalu. Waktu itu aku berkesempatan memboncengkan kawanku, Cahyo. Nah, di situlah terjadi perbincangan menarik, perbincangan tentang ‘mimpi’. Mau tahu ceritanya? Ini dia…

Awalnya, aku menanyakan kemana dirinya akan pergi selepas kuliah, apakah tetap di Jogja atau kembali ke Bengkulu. Dia pun menegaskan masih ingin di jogja untuk sementara, namun jangka panjangnya ingin kembali ke Bengkulu. “Ada apa? Kok kembali Bengkulu?” tanyaku heran. Dia pun menjawab dengan membeberkan impiannya. Apa itu? Menjadi seorang Gubernur (atau paling tidak Bupati di daerahnya). Mimpi yang menarik buatku. Dia menguraikan mimpinya untuk memimpin daerah Bengkulu, karena menurutnya kinerja Gubernur saat ini yang buruk terhadap penanganan bencana. Kekurangtanggapan tersebut berakibat fatal, karena korban pun semakin banyak yang berjatuhan.

Nah, yang jadi masalah berikutnya kan belum ada aturan tentang calon independen. “Berarti harus pake partai donk, cah… emang kamu mau maju lewat partai apa?” ditanya seperti ini Cahyo menjawab dengan sedikit bergurau seraya menyebutkan beberapa partai yang potensial dia masuki. (partainya apa aja off the record ya?)

Sedangkan aku?Ketika awal-awal masuk ke komunikasi, aku ingin sekali menjadi seorang wartawan. Paling tidak aku ingin mengobati mimpiku yang tak kesampaian tuk melanglang buana menjadi awak kapal. Mimpi yang gagal karena ketidaksepakatan kedua orang tuaku. Menurutku, dengan menjadi wartawan maka aku pun tetap bisa berjalan-jalan kemanapun, suatu impian yang mengasyikkan.

Seiring perjalanan waktu. Aku pun melihat potensi untuk masuk ke dunia ajar-mengajar. Aku senang melihat bagaimana seorang dosen mengajar, aku senang melihat bagaimana seorang dosen pergi ke luar daerah atau negeri untuk mengisi seminar. dan aku pun amat tertarik. Ditambah lagi kondisi dunia ilmu komunikasi yang masih miskin dengan moralitas membuatku amat excited untuk memasukinya.

Aku memang merasa memiliki keterbatasan dalam memahami perkuliahan. Kadang semangat, kadang amat begitu malas, bahkan juga mbolosan. Namun, aku percaya, para professor pun pernah mengalami hal tersebut. Namun, yang berbeda tentu mereka dapat mengatasinya dan kembali bersemangat. Sedangkan, aku masih harus banyak belajar.

Beberapa hari lalu, kawanku sempat menanyakan kemungkinan aku masuk ke partai. Namun, aku langsung menolaknya dengan jelas. Meskipun, aku kuliah di fakultas yang berhubungan dengan politik. Aku masih merasakan ketidak sreg-an dengan dunia politik. Semua orang punya hak untuk memilih, pilihan tersebut bervariasi ada yang ingin menjadi politikus, ulama, gubernur, dsb, namun aku menegaskan pilihanku menjadi guru besar ilmu komunikasi. Amien… semoga jalan hidup menuntunku ke arah sana…

Maaf, maaf, ini malah kebanyakan ngomongin diriku. Padahal posting ini sebenarnya ku tujukan untuk ulang tahun sahabatku, Cahyo, ulang tahun yang ke-20 tepatnyamabruukun ‘inda miiladika ya akhi… semoga impianmu dan impianku dapat kita wujudkan bersama-sama. Amien..

Cahyo, besok-besok kalau benar jadi gubernur, jangan lupa kalau ada proyek ngajak-ngajak Professor Komunikasi ya… ha3

Iklan

3 Responses to “Kami Terus Bermimpi”


  1. 1 qolbi Mei 6, 2008 pukul 9:45 am

    he..he…tulisan special edition di hari miladnya Cahyo, ya?
    jadi inget, waktu kita pernah ngobrolin ttg cita-cita juga…

    kalo hasan Albanna pernah bilang :
    “impian hari ini adalah kenyataan di hari esok”

    amiin….

    aku juga pernah nulis ttg mimpi2…

    http://qolbimuth.wordpress.com/2008/02/15/kuliah-dan-cita-cita/

  2. 3 Luqman Mei 11, 2008 pukul 2:14 pm

    jangan lupa fi… tetap pulang ke magelang…. masih banyak PR nih di Magelang…hiii…hiii


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Today’s Word

“Satu hal dari masa lalu adalah TIDAK MUNGKIN KITA RUBAH. Maka, adalah suatu kebaikan saat kita menyadari kesalahan kita di masa lalu untuk menjadikannya pelajaran berharga di masa depan."

About ZLF

M. Zulfi Ifani, usually called Zulfi, or Fani (my childhood name). A Student of Communication Department of Gadjah Mada Univ, Yogyakarta.
I also interested so much on learning, learning anything which could make me enjoy. But,my most interesting subjects now are Sport (Esp. Soccer),Organization, Politics, Computer and also BLOG.

Wanna Chat With Me?



ID YM : sk83r_z63

My Archive

Thanks for The Visitors

  • 41,191 visitors

Supported Banners


KapanLagi.com Image Hosting



Mau dapat domain .co.cc? Gratis !! Klik aja..

Free Domain

%d blogger menyukai ini: