Berhitung Tentang Jodoh

“Dinikahi wanita karena hartanya, keturunannya, kecantikan, dan karena agamanya, maka utamakanlah yang punya agama sehingga kamu beruntung”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Berawal dari dalil tersebut lah, kajian bakda shubuh di pondokku bersama Ust. Yunahar Ilyas mulai menghangat. Tema kajian pagi itu memang berkisar pada persiapan mencari pasangan hidup. Suatu tema yang begitu menarik bagi pemuda seumuran kami. Dan kami beruntung, Ust. Yun (panggilan akrab Ust. Yunahar Ilyas) dengan begitu fasihnya mampu membuai kami dengan penjelasannya.

Pada dalil di atas, Ust. Yunahar mengutip penjelasan dari Buya Hamka, bahwa keempat faktor tersebut adalah variabel (faktor penentu) dalam mencari seorang pasangan. Menurutnya, ada satu poin yang WAJIB kita kejar yaitu AGAMA. Karena memang agama adalah pegangan hidup kita di dunia maupun di akhirat, tanpa pegangan niscaya kita akan jatuh. Namun, bukan berarti posisi pentingnya agama, kemudian menafikan lainnya. Karena Allah pun memberi kelonggaran pada manusia untuk memilih faktor lainnya, layaknya kecenderungan manusia untuk memilih.

Di sini, ada analogi seperti ini: bahwa harta, keturunan dan kecantikan hanya membawa faktor angka 0 (nol). Jadi, bisa sebanyak apapun angka nol tadi, tidak akan berarti tanpa dibubuhi angka 1 dibelakangnya. Nah, di sinilah faktor agama memainkan peran. Karena, agama lah yang membawa faktor angka 1 (satu)…

Paham ndak dengan penjelasan saya?

Ilustrasinya seperti ini: suatu saat kita memiliki calon pasangan yang memiliki kelebihan di tiga variabel sunnah tadi. Artinya:

– Agama nilainya nol

– Harta nilainya nol

– Keturunan nilainya nol

Maka, sehebat apapun calon pasangan kita tadi, dia hanya bernilai tiga nol: 000, tidak berarti bukan? Nah, di sinilah faktor agama menjadi penentu dengan memberika nilai 1 (satu) di depannya. Andai saja, calon pasangan kita tadi memiliki faktor agama maka dia akan bernilai tiga nol ditambah angka satu, artinya dia bernilai 1.000 (seribu). Seperti itu…

Kira-kira seperti itu, penjelasan Ust. Yunahar akan jodoh. Satu poin penting adalah, tidak ada kata main-main dalam mencari jodoh. Persiapkan secara matang, agar tidak menyesal di kemudian hari. Sepakat?

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…..” (An Nuur: 26)

Iklan

8 Responses to “Berhitung Tentang Jodoh”


  1. 1 Zulfi Oktober 14, 2008 pukul 6:28 am

    Ada tambahan…
    ada artikel bagus tentang kesamaan KAFAAH dalam pernikahan..

    http://www2.irib.ir/worldservice/melayuRADIO/keluarga/masalah_kafaah.htm

  2. 2 gun Oktober 14, 2008 pukul 9:14 am

    yang menjadi masalah bagi saya sekarang mas sebenarnya bukan masalah kriteria yang empat itu mas… tapi soal kepantasan apakah kita layak mendapatkan wanita sholehah??

    apalagi sosok seperti Anna Althafunnisa atau ayatul husna… ini yang berat mas… ketika kita menetapkan kriteria yang tinggi kepada wanita yang hendak kita pinang, tentu konsekuwensinya kita harus punya karakter yang lebih baik dari dia…

    bukankah begitu mas???

  3. 3 hanggadamai Oktober 15, 2008 pukul 11:42 pm

    semoga diriku masuk kategori laki2 baik..

  4. 4 EEng Oktober 19, 2008 pukul 3:06 am

    enak kalau semua faktor itu terpenuhi..
    wanita ideal..
    mungkin gak ya saya dapat wanita seperti itu. hehe…

  5. 5 maey moon Oktober 22, 2008 pukul 1:57 am

    SEPAKAT!!

  6. 7 arul Januari 31, 2011 pukul 3:17 pm

    berdoa saja semoga kita layak mendapatkan jiwa terbaik dari sisi-Nya dalam urusan dunia dan akhirat sembari memantaskan diri


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Today’s Word

“Satu hal dari masa lalu adalah TIDAK MUNGKIN KITA RUBAH. Maka, adalah suatu kebaikan saat kita menyadari kesalahan kita di masa lalu untuk menjadikannya pelajaran berharga di masa depan."

About ZLF

M. Zulfi Ifani, usually called Zulfi, or Fani (my childhood name). A Student of Communication Department of Gadjah Mada Univ, Yogyakarta.
I also interested so much on learning, learning anything which could make me enjoy. But,my most interesting subjects now are Sport (Esp. Soccer),Organization, Politics, Computer and also BLOG.

Wanna Chat With Me?



ID YM : sk83r_z63

My Archive

Thanks for The Visitors

  • 41,191 visitors

Supported Banners


KapanLagi.com Image Hosting



Mau dapat domain .co.cc? Gratis !! Klik aja..

Free Domain

%d blogger menyukai ini: