Archive for the 'Opini' Category

Apa Salahnya Tidak Mau “Ngaji”?

Ngaji, sebuah istilah yang begitu lazim di telinga kita. Apalagi bagi pembaca yang pernah mengenyam bangku pendidikan Islam, seperti pesantren. Ngaji identik dengan istilah belajar, namun jelas tidak sama. Ngaji adalah belajar yang amat spesial, karena mempelajari materi-materi keagamaan, tepatnya agama Islam. Sehingga, meski sama-sama mempelajari materi-materi keagamaan, mempelajari agama Hindu, Buddha atau Nasrani tidak dapat dikatakan sebagai ngaji. Begitu… Lanjutkan membaca ‘Apa Salahnya Tidak Mau “Ngaji”?’

Antara Amien Rais dan SBY

Pemilu 2004 lalu menjadi pembuktian, betapa sehebat apapun label “Bapak Reformasi” yang melekat pada Pak Amien Rais tidak berimbas apa-apa pada putaran pilpres. Jangankan masuk ke putaran dua besar, beliau malahan tersisih sejak putaran awal.

Kalau dihitung-hitung sebenarnya, apa sih yang kurang dari seorang Amien Rais? Beliau adalah pionir garda depan melawan rezim otoriter Suharto, beliau juga pionir terdepan dalam menentang kolonialisme neo-liberalisme dari barat, -Lanjut….>

Protesku Tentang Liburan dan Kampus Yang Kini Sepi

Andai boleh protes, saya ingin sekali protes. Tetapi, entah dengan siapa bisa menunjukkan protes ini. Protes ini berkaitan dengan liburan ramadhan dan idul fitri yang begitu sempit dan mepet. Bagaimana tidak? Libur Ramadhan baru terjadi pada H-3. Itupun karena dipepet hari libur mingguan. Saya tidak tahu apa yang terjadi andai tidak ada hari minggu, mungkin libur lebaran bisa terjadi di H-1. Sangat mepet bukan??

Lanjutkan membaca ‘Protesku Tentang Liburan dan Kampus Yang Kini Sepi’

Janji Politik Harus Dibuktikan !

Golongan putih atau yang biasa kita kenal dengan istilah golput terus meningkat dalam beberapa pilkada terakhir. Golput merupakan fenomena penyakit dalam  demokrasi yang akut, mengingat ia berakar dari kekecewaan mendalam dari masyarakat akan para politikus dan parpolnya. Sehingga pada tataran tertentu rasa kecewa ini menjadi apatisme dalam masyarakat. Apatisme ini amat beralasan, mengingat  politikus beserta parpolnya selama ini begitu dekat dengan rakyat hanya saat kampanye, namun menghilang begitu saja selepas kursi digenggam. Lanjutkan membaca ‘Janji Politik Harus Dibuktikan !’

Mereka Terkena Demam Mendadak “Alim”

Meneruskan postingan saya sebelumnya. Kini, saya lebih memfokuskan diri untuk melihat individu-individu yang terkena demam mendadak alim ini. Tentu yang tidak bisa dilupakan adalah kalangan artis.

Posisi artis yang merupakan publik figur amat wajar membuat mereka tidak ingin tampil “biasa” di depan pemirsa. Lanjutkan membaca ‘Mereka Terkena Demam Mendadak “Alim”’

Televisi Indonesia: Mendadak “Alim”

“Seperti biasa, stasiun televisi swasta berbusa-busa menyambut bulan ramadhan. Memang televisi cuma mau cari duit saja”

(Arswendo Atmowiloto. Tempo, 31 Agustus 2008)

Bagi para pencinta film, tentu masih ingat dengan film Indonesia yang dibintangi oleh Titi Kamal dan Kinaryosih yang berjudul “Mendadak Dangdut”. Judul ini dengan eksplisit menjelaskan jalan cerita film ini. Di film tersebut Titi Kamal berperan sebagai seorang penyanyi pop terkenal yang mendadak harus melarikan diri karena difitnah menjadi seorang pengguna narkoba. Dalam pelarian tersebut, secara kebetulan dan juga terpaksa dia harus menjadi seorang penyanyi dangdut kampung. Lanjutkan membaca ‘Televisi Indonesia: Mendadak “Alim”’

Politikus Koruptor = Lebih Kejam dari Ryan

Beberapa waktu lalu kita digemparkan dengan kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Ryan. Pembunuhan yang amat sadis karena melibatkan tidak kurang sebelas orang korban yang juga dibarengi dengan kesadisan dalam memutilasi salah satu korbannya. Motifnya diyakini disebabkan oleh dua faktor utama yaitu faktor kelainan seks yang dibawanya (baca: homoseks) dan juga faktor harta.

Apapun itu, perbuatan terencana membunuh sebelas orang tak berdosa ini tidak bisa ditolerir sama sekali. Sehingga amat wajar, sebelum palu diketuk pun, kita dapat meraba-raba bahwa hukuman mati pasti akan menjemput Ryan. Lanjutkan membaca ‘Politikus Koruptor = Lebih Kejam dari Ryan’


Today’s Word

“Satu hal dari masa lalu adalah TIDAK MUNGKIN KITA RUBAH. Maka, adalah suatu kebaikan saat kita menyadari kesalahan kita di masa lalu untuk menjadikannya pelajaran berharga di masa depan."

About ZLF

M. Zulfi Ifani, usually called Zulfi, or Fani (my childhood name). A Student of Communication Department of Gadjah Mada Univ, Yogyakarta.
I also interested so much on learning, learning anything which could make me enjoy. But,my most interesting subjects now are Sport (Esp. Soccer),Organization, Politics, Computer and also BLOG.

Wanna Chat With Me?



ID YM : sk83r_z63

My Archive

Thanks for The Visitors

  • 40,889 visitors

Supported Banners


KapanLagi.com Image Hosting



Mau dapat domain .co.cc? Gratis !! Klik aja..

Free Domain